Sabtu, 30 April 2016

SINTAKSIS (CIRI-CIRI SUBJEK)

NAMA : MEYSI OLIVIA PEMILA
NPM : 146210855
MATA KULIAH : SINTAKSIS CIRI-CIRI SUBJEK :

1. Jawaban apa atau siapa

2. Didahului kata bahwa

3. Berupa kata atau frase benda (Nomina)

4. Disertai denan kata ini atau itu

5. Disertai pewatas yang

6. Kata sifat didahului kata si atau sang : si cantik, si hitam, sang perkasa.

 7. Tidak didahului preposisi: di, dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dari, menurut, berdasarkan, dan lain-lain.

8. Tidak dapat diinkarkan dengan kata tidak, tetapi dapat denan kata bukan.
 Contoh : Andi bermain bola di halaman. Siswa kelas VI sedan menjalani ujian matematika Melukis itu melatih kreatifitas.


Sumber : http//ciri-ciri.subjek.blospot.com

PEMBAGIAN KLAUSA (TUGAS 3)



Nama : Meysi Olivia Pemila
Npm : 146210855
Tugas : Pembagian Klausa Tugas 3 (Majalah Pendidikan)

1. Tentukan klausa bebas dan terikat.
1. Klausa bebas adalah klausa yang dapat berdiri sendiri sebagai kalimat sempurna.
 Contoh : Bel berdering dengan suara nyaring. (Majalah sagang, 2010 : 15)
Berdasarkan jenis kata predikatnya, klausa bebas ini dapat pula dibedakan menjadi 3 macam.

a. Klausa verbal adalah klausa yang berpredikat verbal, ada 2 pembagian.
 - Klausa Transitif
Contoh : Para siswa kelas XII A berhamburan masuk ke dalam kelas.
 Penjelasan : Dikatakan klausa verba transitif karena contoh di atas mengandung kata kerj transitif, yaitu kata kerja yang mempunyai kapasitas memiliki satu atau lebih objek.

- Klausa Intransitif Contoh : Aulia msih berdiri di samping pintu kelas.
Penjelasan : Dikatakan klausa intransitif karena mengandung kata kerja intransitif, yaitu kata kerja yang tidak memerlukan suatu objek.

b. Klausa Nonverbal adalah klausa yang berpredikat nomina, ajektifa dan adverbia. Ada 2 macam.
- Klausa Statif
Contoh : Aulia murid pintar
Penjelasan : Karena klausa ini berpredikatif ajektifa atau kata sifat.

- Klausa Ekuasional
Contoh : Aulia memegang HP
Penjelasan : Karena klausa ekuasional ini adalah klausa yang berpredikat nomina yaitu kata benda.

2. Klausa Terikat adalah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat sempurna, hanya mempunyai potensi sebagai kalimat tak sempurna.
Contoh : Hampir semua siswa masuk ke dalam kelas, kecuali hanya tinggal satu orang yaiu Andi.

Berdasarkan dari segi fungsinya, klausa terikat ini dapat pula dibedakan menjadi tiga jenis.
a. Klausa Nomina
Contoh : Para siswa sudah siap menyantap pelajaran
Penjelasan : Dikatakan nomina karena klausa diatas bersifat terikat yang bertindak sebagai nomina.

b. Klausa ajektival
Contoh : Aulia yang pintar itu tidak sombong
Penjelasan : dikatakan ajktival karena klausa diatas bersifat terikat yang bertindak sebagai ajektif.

 c. Klausa Adverbia
Contoh : Semua murid pergi ke kantin
Penjelasan : dikatakan adverbia karena klausa diatas bersifat terikat yang bertindak sebagai adverbia, yaitu berkaitan dengan keterangan waktu.

3. Jenis-jenis Klausa
1. Klausa Nominal adalah klausa yang berpredikat kata benda atau frasa nominal
Contoh : Aulia itu siswa kelas XII A

 2. Klausa Verba adalah klausa yang berpredikat kata kerja atau frasa verba.
Contoh : Ia sibuk memencet tombol-tombol Hpnya

3. Klausa Adjektifal adalah klausa yang berpredikat kata sifat, keadaan.
Contoh : Suasana agak sedikit hening

 4. Klausa Bilangan adalah klausa yang berpredikat kata bilangan atau frasa bilangan.
Contoh : Jam pelajaran tinggal lima menit.

5. Klausa Preposisional adalah klausa yan berpredikat preposisi.
Contoh : Ibu Santi memeberikan PR untuk minggu depan.

TUGAS SINTAKSIS (PEMBAGIAN FRASA TUGAS 2)


Nama : Meysi Olivia Pemila
 Npm : 146210855
Tugas : Pembagian Frasa (Majalah Pendidikan)

 


1. Menentukan mana frasa Endosentrik dan Eksosentrik.
a. Endosentris adalah frasa yang kedudukannya sama dan bisa saling menggantikan.
Contoh : Tiga orang siswa itu sedang duduk di kantin sekolah.
 - Tiga orang itu sedan duduk di kantin sekolah.
 - Siswa itu sedang duduk di kantin sekolah.
Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa frasa Tiga orang dengan siswa bisa saling menggantikan karena memeiliki kedudukan yang sama.

Frasa endosentris terbagai dua, yaitu :
1. Frasa endosentrik yang koordinatif yaitu frasa yang terdiri dari unsur-unsur yang setara. Kesetaraannya itu dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu yang dihubungkan denga kata penghubung dan atau atau. Contoh : Aulia dan Andi berteman baik.

2. Frasa endosentrik yang atributif yaitu frasa golongan ini terdiri ata unsur-unsur yang tidak setara. Karena itu unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan degan kata penghubung.
Contoh : Suasana mencekam, Jarum dinding berdetak.

b. Eksosentrik adalah frasa yang kedudukannya tidak sama dan tidak bisa saling menggantikan.
Contoh : Siswa sedang berada di kantin
 Pejelasan : Kata siswa yang kemudia diikuti kata sedang tidak bisa saling menggantikan karena kedua kata tersebut tidak memiliki kedudukan yang sama. Apabila salah satu unsur tersebut di hilangkan maka memiliki arti yang berbeda.

TUGAS SINTAKSIS

NAMA : MEYSI OLIVIA PEMILA
NPM : 146210855
SUMBER : ALQUR’AN

1. Frase endosentris yang bersifat koordinatif (penghubung)
 Contoh : Musa dan Firaun (Al-Qasas : 3) Petunjuk dan rahmat (ayat 3)
 Penjelasan : Dikatakan frasa endosentris yang koordinatif Karena adanya kata penghubung pada frasa tersebut, sepertai kata “dan”.

2. Frase Adjektival (kata sifat)
Contoh : Supaya senang hatinya dan tidak berduka cita (Al-Qasas : 13)
 Penjelasan : Dikatakan Adjektival karena kata yang telah digaris bawahi tersebut merupakan kata sifat. Kata Hatinya merupakan inti karena kata tersebut merupakan unsur yang diterangkan oleh pewatas senang.

3. Frasa Verba (Kata kerja)
Contoh : Bergegas (Al-Qasas : 20)
 Penjelasan : Dikatakan frasa verba karena kata bergegas menunjukkan suatu pekerjaan, yakni sedang melangkah secara terburu-buru. Frasa verbal itu sendiri adalah semua frasa yang berdistribusi sama dngan verba. Frasa verbal ini berintikan kata kerja, atau semua unusurnya berupa kata kerja.